Sunday, May 8, 2016

Mengigat kembali kejadian horor tragedi mei 98 ~ Berita Bebas

Mengenang mencekamnya tragedi Mei 98 

Berita Bebas, Cerita Bebas, Berita Terbaru, Berita TerUpdate, Dunia Politik Jakarta, Gubernur Ahok, berita kesehatan, ulasan berita, berita online, dunia online, selancar online, massa mei 98, tragedi 98
Tragedi Mei 98 - BeritaBebasX.Blogspot.com
BeritaBebasX.Blogspot.com - Jaman Zaman 1997 sampai 1998 jadi mata rantai paling rapuh dari kekuasaan rezim Orde Baru (Orba) Soeharto. Di sendi histori tersebut tumbuh subur resiko sosiologis & ekonomi dari krisis moneter.

Perlahan mahasiwa mulai sejak berani menujukkan kapabilitas konsolidasinya. Momentum krisis moneter jadi salah satu pondasi buat menghantam rezim otoriter yg tengah berkuasa. Tuntutan awal menyoal penurunan harga-harga barang pokok & melawan pemangkasan subsidi BBM.

"Krisis itu jadi puncak dari politik ekonomi yg dibangun oleh Orde Baru yg tatkala 32 tak berpihak terhadap rakyat," kata Mantan Aktivis Front Tindakan Mahasiswa Buat Reformasi & Demokrasi (Famred) Masinton Pasaribu ketika berbincang dgn media online terkemuka, Kamis (5/5).

Meskipun dibayang-bayangi penangkapan & penculikan, pun pembubaran perbuatan & organisasi, mahasiswa nyatanya berani menangkal dampak. Tapi Soeharto tidak tinggal diam. Ia mengintruksikan kemampuan militer utk meredam gejolak yg dimunculkan mahasiswa. Tapi di atsmostif akar rumput, mahasiswa justru melawan balik tingkah Soeharto. Mahasiswa semakin marah diwaktu Wiranto diangkat jadi Panglima Angkatan Bersenjata. Mimbar bebas mengecam pemerintahan otoritarian juga hasilnya muncul di beraneka ragam universitas bak jamur di masa penghujan.

"Sehingga waktu itu lahirlah diskusi-diskusi, para mahasiswa sejak mulai bergerak jalankan protes pada rezim Orba. Mulailah digalang mimbar-mimbar bebas di kampus-kampus. Seluruh mahasiswa mengemukakan kritiknya kepada situasi disaat itu," jelasnya.

Di Jakarta sendiri ada bermacam macam simpul kegiatan mahasiswa. Sekian Banyak di antaranya Presidium BEM Se-Trisakti, Liga Mahasiswa Nasional buat Demokrasi (LMND), Front Perbuatan Mahasiswa Utk Reformasi & Demokrasi (Famred), Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Se-Jakarta (FKSMJ), Forum Komune Mahasiswa SeJabotabek (Forkot), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Komite Mahasiswa & Rakyat buat Demokrasi (Komrad), & sebagainya.

"Mereka menyadari bahwa tak dapat diselesaikan cuma lewat diskusi. Tetapi mesti dgn laksanakan perbuatan turun ke jalan. Kami memutuskan turun ke jalan bersama segala konsekuensinya. Meski kepada ketika itu di depan universitas telah dihadang pasukan ABRI. Turun jalan menyuarakan aspirasi rakyat bersama menolak kenaikan harga sembako, BBM, budget kuliah mahal, & sebagainya," ungkapnya.

Dalam rapat internal di beraneka simpul, dilakukan dengan cara tertutup. Rata-rata dilakukan di universitas atau di indekos salah satu sahabat mahasiswa. Tetapi sekian banyak kali mereka serta mengadakan diskusi antar wadah kegiatan mahasiswa. Konsisten saja apapun model jumpa utk menyamakan persepsi tersebut dikuntit oleh intelejen besutan Soeharto.

"Kita menjaga kelak ide tindakan kita keburu bocor. Dikarenakan kan intel rezim kepada waktu itu ada di mana-mana utk memata-matai pergerakan rakyat & pergerakan mahasiswa," ujarnya.

Anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa, saat itu tak seluruhnya wadah pergerakan mahasiswa bersifat terbuka. Ada pun yg malas memanifestokan diri ke permukaan. Bakal namun antara satu dgn yang lain saling berjejaring, teratur sharing kabar, & bebareng membangun etika diskusi.

"Ketika semuanya ketakutan itu ada, keberanian bakal muncul. Apa yg kita takutkan kepada musim itu yaitu pengintelan. Itu dipopor senjata dikala tindakan, dilarang berdiskusi. Seandainya popor senjata itu aspek biasa. Kita percaya kesewenang-wenangan Orde Baru itu tentu tumbang, tentu dapat berhenti. Kami percaya dgn hukum peristiwa itu," ungkapnya.

Aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) ini pula berujar bahwa, dalam kondisi terdesak, mahasiswa kerap melawan balik tingkah otoriter militer di medan tindakan. Rata Rata mahasiswa membalas pukulan mundur militer bersama batu sampai bom molotov. Tetapi bila memang lah terpojok, mahasiwa diwaktu itu bakal berpencar, dulu berjumpa di dalam universitas yg jadi titik akhir penyelematan diri yg telah dirumuskan pada awal mulanya.

"Beredar informasi seperti (penculikan) itu. Umumnya kita saling mengabarkan di titik mana kita saling dengan, di titik mana kita bakal berpisah dgn rekan-rekan ada yg balik ke kost dan seterusnya, biasa saling mengabarkan. Rata Rata kita pula apabila ada yg kita curigai, kita bersiasat utk mengelabui. Kita ke keramaian orang. Umumnya pun bawa baju, tinggal di buka saja," ucapnya.

Dirinya pun menceritakan bahwa zaman itu tidak sedikit pun elit universitas yg turut beram kepada kebijakan Soeharto. Tapi para birokrat universitas tersebut tidak berani terang-terangan melawan pemerintah. Sehingga mereka lebih pilih bersikap diam-diam mensupport kegiatan mahasiswa.

"Tapi ada yg melarang sama sekali. Namun kita biasa kebebasan akademis itu pun mesti ada & tumbuh," ujarnya.

Menurut Politikus PDIP ini, diwaktu itu tidak cuma Tim Mawar yg dulu lalang memantau mahasiswa & kegiatan kerayatan. Tapi Kodam & Kepolisian serta mempunyai tim yg menguping ditengah penduduk.

Dirinya menegaskan bahwa rezim Orde Baru itu paranoid. Ia mengistilahkannya sbg rezim yg dibangun atas manipulasi histori. Pembiasan berkaitan fakta-fakta musim dulu itu diterapkan buat melanggengkan kekuasaan.

"Karena buku-buku yg dianggap kiri kan dilarang oleh rezim Orba dilarang diedarkan & dipelajari. Kita fotokopi atau stensil, atau minjem. Ya sembunyi-sembunyi," jelasnya.

Masinton mengakui bahwa ia pernah tahu dari 13 aktivis yg diculik & hilang sampai sekarang ini. Salah satu yg tidak jarang ia tonton dalam forum diskusi ataupun demonstrasi yakni Wiji Thukul. Sehingga dari itu beliau menginginkan supaya pemerintah mencari dimana keberadaan fisiknya maupun ruang mereka dibunuh.

"Yang selayaknya bertanggungjawab rezim Orba. Presiden kepada musim itu. Rezim Orba itu kan rezim militer. Intelejen inilah yg mengontrol gerakan warga," pungkasnya. sekian berita Mengigat kembali kejadian horor tragedi mei 98. semoga banyak yang bisa dipelajari dari kejadian tersebut

0 comments:

http://musikmp4.com/songs/musik-arash-im-lonely-broken-angel http://musikmp4.com/songs/musik-bruno-mars-feat-travie-mccoy-billionaire http://musikmp4.com/songs/musik-bruno-mars-lazy-song http://musikmp4.com/songs/musik-black-eyed-peace-meet-me-halfway http://musikmp4.com/songs/musik-celine-dione-because-you-loved-me http://musikmp4.com/songs/musik-queen-champions