Tuesday, July 26, 2016

Ahok urai bejat DPRD DKI saat sidang suap reklamasi Buat Panas ~ Berita Bebas

Ahok urai bejat DPRD DKI saat sidang suap reklamasi Buat Panas

Ahok urai bejat DPRD DKI, Ahok, Ahok Galau, Berita Terbaru, Berita Bebas, Dalam Negeri, Jakarta, Oknum Anggota DPRD, Ulasan Berita,
Ahok bersaksi di sidang kasus reklamasi - BeritaBebasX
BeritaBebasX - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membeberkan informasi selaku saksi saat sidang kasus suap proposal reklamasi utk berkas terdakwa mantan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, Senin (25Juli) sore. Pengakuan pria yg dipanggil Ahok ini seakan-akan menanggalkan praktik lihai antara pengembang dgn DPRD DKI dlm proposal reklamasi tersebut.

Ahok menyetujui merekomendasikan angka 15 % selaku kompensasi dari proposal reklamasi pantai utara Jakarta yg digarap PT Agung Padomoro Land (APL). Oleh sebab itu berulang kali rapat tidak pernah ketok palu karena anggota DPRD DKI yg hadir tidak kuorum.

"Saya cuma dilaporkan ada tiga kali, mengadukan keberatan dari DPRD di badan legislasi. Mereka keberatan cantumkan angka 15 %, alasannya dia bilang ini tak ada dasarnya. Kalau enggak ada dasar kita hilangkan nanti saya ditangkap," kata Ahok kepada majelis hakim di Pengadilan Tipikor.

Menurut Ahok, saat reklamasi tahun 1997 era Presiden Soeharto sudah ada kewajiban bagi pengembang utk membesarkan kontribusi. Ahok menganggap takut dirinya dapat diseret ke penjara jika kontribusi tersebut tak ditambah.

"Akhirnya dedlock datang lagi, gini saja tambahan angka pakai Pergub jgn pakai Perda," paparnya.

Dulu Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawati, lanjut Ahok melapor lagi berkaitan penolakan itu. Menurut Ahok, Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik mau angka 15 % itu dihilangkan & ditukar jadi 5 % saja.

"Bu Tuti bawa tulisan draf tuturnya dari Pak Taufik 15 % hilang, menjadi seluruh kewajiban kontribusi tadi beliau mau pakai 5 prosen," kata Ahok.

Ahok serta mengaku geram dgn kontribusi yg berkurang menjadi lima prosen tepat kemauan Taufik tersebut. Ia bahkan meminta Bapeda DKI Tuti Kusumawati protes terhadap DPRD dgn angkat lima % tersebut.

"15 % hilang dari penjualan tanah kami mampu cuma 5 prosen, oleh karenanya aku beram bln Maret itu aku geram. Aku bilang, Bu Tuti, aku beram gila, ini sanggup pidana korupsi, balikin (draft-nya), bilang aku bilang beliau gila usulan seperti itu," beber Ahok.

Mantan bupati Belitung Timur ini menuturkan bahwa dari kontribusi 15 % itu DKI meraih untung triliunan rp. Keuntungan itu dapat difungsikan buat membangun rusun & menanggulangi banjir di Jakarta.

"Kami terus ngotot, apabila tidak dengan 15 prosen kami tak bisa jadi ini. Hitungan staf aku, simulasi, seandainya anggap 13 pulau serentak terjual 15 %, saya(Pemprov DKI) sanggup kontribusi Rupiah 48 triliun sanggup bangun 120 ribu rusun dgn duit ini," terang Ahok.

"Kita mampu selesaikan tanggul A serasi kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yg perlu Rupiah 45 trilun. Maka Itu kami masihlah ngotot jika ia menjual 10 th hingga menjadi, dipasarkan thn 2027, kami akan Rupiah 158 triliun utk kontribusi atasi banjir di DKI," kata Ahok.

Ahok bahkan mengungkap kekhawatirannya bahwa kontribusi ini dijadikan jualan politik mendekati Pilgub DKI 2017. sekarang ini, keputusan kontribusi masihlah alot, belum ditentukan, Raperda berkaitan Zonasi reklamasi juga belum dibahas sebab mencuatnya kasus ini.

Dalam raperda, diatur bahwa yg memastikan kontribusi pengembang merupakan Peraturan Gubernur (Pergub). Ada kecurigaan, pengesahan raperda diulur-ulur sampai ia non aktif menjadi gubernur sebab hendak ikut Pilgub DKI 2017.
SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
"Saya berbicara sama tim eksekutif, aku khawatir kasih pergub 15 %, aku khawatir ini dijadikan jualan rekan-rekan, siapa ingin menjadi gubernur kami asal 15 % dihilangin, kami dukung, itu kerugian terhadap DKI," papar Ahok.

Ahok juga menantang DPRD DKI serta-merta mengesahkan raperda berkaitan zonasi, ia juga dapat cepat teken Pergub berkaitan kontribusi senilai 15 % itu. Janganlah hingga, nilai 15 prosen itu turun.

"Ini ada niat nakal, seandainya dirinya minta Perda Gubernur yg memastikan (kontribusi) aku inginkan Pergub draf disiapkan, saat ketok palu, Perda masuk, Pergub aku keluarin. Bila kelak siapapun menjadi gubernur jikalau dirinya edit Pergub 15 %, aku laporankan kerugian negeri," tantang Ahok.

Sebab niatan Ahok ini, oleh sebab itu M Taufik minta angka 5 %. Sebelum tantangan ini, Ahok mengemukakan, Taufik minta 15 % hilang.

"Si taufik beralih pikiran, tak disahkan, dulu dimasukkan yg 5 % juga sebagai usulan," tukasnya.

Dikarenakan kerap ditunda-tunda, Ahok mengaku memakai surat Ketentuan Presiden (Keppres) nomer 52 thn 1995 & perjanjian kerja sama th 1997. Cuma saja, keduanya tak mencantumkan nilai kontribusi yg mesti diberikan pengembang pada Pemerintah propinsi(Pemprov) DKI Jakarta.

"Kalau gubernur tak jujur mampu menjadi duit ini, Rupiah 1 triliun dulu hak hingga 2027 yg nilainya mampu jadi Rupiah 158 triliun. Ini sepanjang periode, ini DKI sanggup enggak miliki duit pembangunan," papar Ahok.

Sebab alasan itu, Ahok menawarkan kepada seluruh pengembang utk mencicil nilai kontribusinya kepada Pemprov DKI dgn nilai NJOP tahun berjalan. Hingga kini, uang kontribusi yg sudah diterima mencapai triliunan rupiah.

"Itu sudah triliunan bayar ke DKI, lebih baik cicil sekarang, kalau cicil sekarang pakai NJOP sekarang, kalau berikutnya anda bakal lebih mahal," pungkasnya.

Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

0 comments:

http://musikmp4.com/songs/musik-arash-im-lonely-broken-angel http://musikmp4.com/songs/musik-bruno-mars-feat-travie-mccoy-billionaire http://musikmp4.com/songs/musik-bruno-mars-lazy-song http://musikmp4.com/songs/musik-black-eyed-peace-meet-me-halfway http://musikmp4.com/songs/musik-celine-dione-because-you-loved-me http://musikmp4.com/songs/musik-queen-champions